Berita Utama

Tabligh Akbar ‘Membangun Rumah di Surga’ Gubernur Minta Masyarakat Dukung Pembangunan Masjid Agung

MEDAN – Tabligh Akbar dengan tema ‘Membangun Rumah di Surga’ digelar di Masjid Agung Medan, Kamis (22/8). Selain penyampaian tausiyah oleh Ustaz Fatih Karim, juga dilakukan penggalangan dana untuk merampungkan pembangunan Masjid Agung, dan berhasil mengumpulkan infaq sekitar Rp2 miliar dari para jemaah yang hadir.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumateara Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Agung yang direnovasi merupakan satu hal yang penting bagi masyarakat khususnya umat Islam. Sebab “Rumah Allah” itu, adalah cerminan sekaligus simbol kebesaran bagi warga muslim.

Selain itu, Gubernur juga memaparkan bagaimana rencana pembangunan di Sumut dalam sisa periode kepemimpinannya 4 tahun ke depan. Adapun beberapa hal disampaikannya seperti Asrama Haji yang akan dibangun di tempat khusus, Rumah Sakit Haji, serta penataan kota hingga pusat olahraga di Sumut.

“Saya minta masyarakat, Bapak Ibu semua mendukung ini. Tolong diaminkan, semoga ini bisa kita capai. Soal uangnya darimana, kita pikirkan sama-sama,” ujar Gubernur di hadapan ratusan jemaah didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

Termasuk Masjid Agung Medan, dimana Edy adalah Ketua Panitia Pembangunannya, juga diharapkan bisa segera rampung dengan banyaknya umat Islam yang menyumbang tanpa ragu. Karena itu, jalannya pembangunan tidak bisa terlepas dari peran serta masyarakat.

“Saya mau melihat ini semua sudah siap, sebelum habis periode ini (2023). Mohon dukungan kita semua,” ujar Gubernur, yang hadir bersama Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi.

Sementara Ustaz Fatih Karim yang hadir dalam Tabligh Akbar tersebut juga ikut memotivasi para jemaah untuk tidak ragu memberikan yang terbaik bagi kemaslahatan umat. Apalagi, katanya, Masjid Agung adalah simbol kebesaran muslim di Kota Medan dan Sumatera Utara. Sehingga untuk pembangunannya, diperlukan keringanan dan kerelaan warga menyumbangkan sebagan hartanya.

“Kita tidak diminta Allah menyembelih ‘Ismail’ (seperti Nabi Ibrahim), tak akan sanggup kita itu. Kita hanya disuruh memberikan sebagian harta,” sebut Ustaz Fatih.

Dalam ceramahnya, Ustaz Fatih menceritakan kisah Sahabat Rasulullah bernama Tsauban yang sebelum wafat dikisahkan, menyebutkan tiga perkara penyesalan dalam hidup yang tidak dimengerti sang istri. Ketiganya yakni kalimat ‘seandainya lebih jauh’, ‘seandainya lebih baru’ dan terakhir ‘seandainya lebih banyak’.

“Diceritakan begitu, Nabi Muhammad (Rasulullah) tersenyum dan memahami maksud kalimat Tsauban. Ternyata penyesalan itu muncul ketika ditunjukkan amalan Tsauban selama ini, dan bahkan seorang yang shaleh seperti beliau saja menyesal karena merasa amalnya masih kurang,” jelasnya.

Ustaz Fatih pun menjelaskan bahwa penyesalan Tsauban adalah jarak antara rumahnya ke masjid adalah tiga jam berjalan kaki yang dirasakan kurang jauh, karena ada hitungan amal setiap langkah menuju rumah Allah.

Penyesalan kedua disampaikan Ustaz Fatih, adalah saat Tsauban memakai baju baru dilapis baju lama untuk mencegah rasa dingin. Namun dirinya memberikan baju yang lama kepada orang lain yang membutuhkan. Sehingga sahabat Nabi tersebut menyesal, mengapa bukan baju barunya yang diikhlaskan.

“Yang terakhir, ditunjukkan amal sedekahnya. Tsauban menyesal, kenapa tidak lebih banyak yang ia sumbangkan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat. Bayangkan seorang sahabat Nabi, menyesal karena merasa amalnya kurang. Bagaimana kita. Mari kita berkomitmen bersama membangun Masjid Agung ini,” sebut Ustaz Fatih.

Dari kegiatan yang juga dihadiri Ustazah Oki Setiana Dewi ini, terkumpul komitmen sedekah sebesar Rp2 miliar dari sejumlah dermawan dan jemaah yang hadir. Di antaranya tokoh masyarakat H Maslin Batubara, Edy Rahmayadi, dan sejumlah pejabat di Pemprov Sumut.

Lihat Lainnya

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close