STQN Pontianak

Sajadah Etnik Sumut Curi Perhatian Pengunjung STQN Kalbar

PONTIANAK- Sajadah bercorak etnik khas Sumatera Utara (Sumut) menjadi produk unggulan yang dipamerkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut pada ajang pameran Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN)  XXV di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Sajadah yang terbuat dari ulos, songket dan batik motif etnik Sumut ini mencuri perhatian pengunjung.

Sajadah etnik itu adalah hasil kreasi Kasmiati, pengerajin asal Kota Medan pemilik Olivia Handmade. Di ajang Pameran STQN Kalbar ini Kasmiati juga membawa hasil kerajinan lainnya seperti tas dan dompet etnik Sumut.

Kasmiati menjelaskan, pembuatan sajadah etnik diawali dari usahanya untuk menciptakan produk-produk yang unik dan berbeda dari yang sudah ada. ” Kalau dompet, tas, tempat tissu etnik sudah biasa dijadikan suvenir, saya kemudian terpikir membuat sajadah dengan motif dan ornamen khas Sumatera Utara,” ujar Kasmiati, Senin (1/7) di lokasi pameran STQN  XXV di Pontianak.

Setelah berupaya keras untuk menghasilkan karya yang inovatif, akhirnya membuahkan hasil yang manis. Produk sajadah etnik buatannya ternyata cukup digemari. Hal ini terlihat pada berbagai pameran yang diikutinya, sajadah etnik tersebut mendapat perhatian pengunjung.

Lebih jauh lagi, sajadah etnik juga banyak dipesan warga lokal Sumut untuk dijadikan buah tangan atau oleh-oleh. Peminat sajadah etnik ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Madura hingga Papua. “Kami selalu mendapat pesanan dari orang yang hendak berpegian ke luar daerah, biasanya untuk hadiah atau oleh-oleh,” kata Kasmiati.

Sajadah etnik terbuat dari perpaduan bahan ulos, songket atau batik corak etnik Sumut dengan tampilan warna yang menarik. Dengan desain jahitan yang sederhana, Kasmiati memilih menggunakan corak dan gaya khas Melayu maupun Batak sehingga sangat kental dengan identitas lokal Sumut.

Seperti bahan batik dengan motif gorga khas Batak, batik dengan motif payung, Istana Maimun, penari ronggeng Melayu dan Masjid Raya Medan serta lain sebagainya. “Bahan batik maupun ulos saya ambil dari pengerajin lain yang khusus memproduksi batik atau ulos,” kata Kasmiati.

Pameran Kerajinan STQN XXV di Pontianak ini berlangsung dari tanggal 29 Juni hingga 5 Juli 2019 bertempat di taman alun-alun Kota Pontianak. Kasmiati mengungkapkan melalui ajang pameran-pameran tingkat nasional seperti STQN ini, para pengerajin mendapat kesempatan untuk mengenalkan produk kerajinan kreasinya sekaligus mempelajari produk-produk hasil kerajinan daerah lain. “Terima kasih Pemprov Sumut dan Dekranasda Sumut yang sudah melibatkan para pengerajin lokal,” ujar Kasmiati.

Lihat Lainnya

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close