Berita DaerahPemerintahan

Program Peremajaan Lahan Bantu Petani Sawit Rakyat

Melalui pendampingan dari pemerintah daerah, petani sawit rakyat Sumut berhasil mendapatkan dana hibah peremajaan lahan perkebunan sawit seluas 9.109.29 hektare

LANGKAT – Melalui pendampingan dari pemerintah daerah, petani sawit rakyat Sumut berhasil mendapatkan dana hibah peremajaan lahan perkebunan sawit seluas 9.109.29 hektare.  Untuk tahap pertama, lahan seluas  900 hektare saat ini sedang dikerjakan.

Program peremajaan (replanting) kelapa sawit di Sumatera Utara (Sumut) ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi pengembangan perkebunan sawit di Sumut, karena salah satu masalah utama pengembangan perkebunan kelapa sawit di Sumut adalah rendahnya produktivitas akibat umur tanaman yang sudah tua (lebih dari 25 tahun) atau menggunakan benih yang kualitasnya kurang baik.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) di bawah kepemimpinan Dr Ir H T Erry Nuradi terus berupaya mewujudkan komitmen pemerintah Indonesia untuk melakukan pemerataan melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Hal ini diimplementasikan dengan meremajakan seluruh perkebunan sawit yang sudah tidak produktif, terutama yang dimiliki masyarakat.

Untuk peremajaan seluruh perkebunan sawit rakyat, Pemerintah akan menggunakan dana hibah dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa sawit. Bila kurang, maka tersedia fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus.

BPDP Kelapa Sawit akan memberikan hibah sebesar Rp 25 juta per ha yang disalurkan melalui perbankan yang ditunjuk. Adapun kekurangannya, akan dapat dipenuhi dengan pinjaman komersil dari bank, termasuk KUR.

Mamfaat dana hibah ini memang sagat diharapkan  dan bermamafat sekali bagi para petani.  Seperti yang disampaikan Bendahara yang juga manager Koperasi Unit Desa (KUD) Harta Langkat, D Guning saat  ditemui di lokasi peremajaan kelapa sawit di Desa Selayang kecamatan Selesai.

Dia menyampaikan  bentuk bantuan pemerintah ini yang paling terasa manfaatnya sampai 30 tahun. “Kami berterimakasih kepada pemerintah Provinsi Sumut yang telah memfasilitasi  program ini. Saat ini program berjalan dengan baik. Di areal tahap pertama  yakni di  kecamatan Selesai seluas 113 hektar  dan di daerah Salapian 100 hektar dan sampai saat ini  yang sudah selesai ditumbangkan dan ditraktror adalah 100 hektar  dan sisanya lagi dalam pengerjaanya. Harapannya dalam beberapa waktu lagi akan rampung,” ujarnya.

Program peremajaan perkebunan kelapa sawit petani di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dilaksanakan seluas 232  hektare dari pengusulan yang dilakukan seluas 400 hektare. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat Nasuruddin.

Dia menjelaskan program peremajaan kelapa sawit ini merupakan program pemerintah guna peningkatkan pertanaman dan produksi kepala sawit sehingga diharapkan hasilnya nanti akan meningkat dan ini merupakan suatu terobosan baru.

“Program ini merupakan hibah dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia di mana nantinya kelompok tani yang akan mengikuti program ini akan menerima bantuan hibah berupa uang guna meremajakan perkebunan kepala sawitnya,” katanya.

Menurutnya, hibah yang akan diterima kelompok tani ini berupa uang sebesar Rp25 juta per hektarenya untuk membeli bibit dan pupuk.

Untuk itu, lanjutnya, Dinas Pertanian Langkat akan mengawasi langsung hibah tersebut guna peruntukkan tepat sasaran dan pemamfatannya benar-benar dilakukan dalam rangka meningkatkan hasil produksi sawit di daerah ini.

Direncanakan program perluasan peremajaan tanaman kelapa sawit ini akan dilanjutkan untuk tahun 2018 ini dan kelompok tani juga sudah dilakukan pendataannya sehingga diharapkan pada waktu penyalurannya sudah rampung sesuai dengan yang diharapkan.(*)

 

Tags
Lihat Lainnya

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close