Berita Utama

Membangun Sumut dengan Menumbuhkan Minat Baca

MEDAN – Mewujudkan Sumatera Utara (Sumut) yang bermartabat tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik semata. Pembangunan nonfisik seperti meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, karakter dan mental masyarakat, serta pengembangan sosial budaya juga merupakan aspek-aspek yang tidak kalah penting untuk diprioritaskan.

Satu upaya yang dilakukan untuk menunjang percepatan pembangunan nonfisik di Sumut adalah dengan meningkatkan minat baca dan menggalakkan budaya literasi. Hal ini diyakini karena pintu gerbang dari penguasaan ilmu pengetahuan hanya bisa dicapai dengan membaca.  Masyarakat yang banyak membaca akan berpikiran maju sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumut sebagai leading sector dalam peningkatan minat baca di Sumatera Utara berupaya untuk mewujudkan misi ketiga yang dicanangkan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yakni mewujudkan Sumut yang bermartabat dalam pendidikan, yakni mewujudkan masyarakat yang terpelajar, berkarakter, cerdas, kolabortif, berdaya saing dan mandiri.

“Di sini kami memfasilitasi masyarakat untuk memperoleh akses terhadap informasi termasuk buku, kemudian ada juga program-program dan aktivitas literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumut,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumut, Halen Purba, saat diwawancarai oleh Tim Humas Sumut di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumut, Jalan Brigjen Katamso No 45 Medan, belum lama ini.

Dijelaskan Halen, ada banyak usaha yang telah dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumut untuk membantu meningkatkan kualitas SDM Sumut melalui peningkatan minat baca. Baik dari segi peningkatan jumlah koleksi buku di perpustakaan maupun perbaikan dan peningkatan pelayanan.

Untuk koleksi buku, kata Halen, saat ini terdapat 101.787 judul buku dari 788.852 buah buku yang tersedia di Perpustakaan Provinsi Sumut. Artinya, ada tujuh eksemplar buku per satu judul. Sedangkan untuk peningkatan pelayanan, program rencana terdekat adalah penambahan jumlah mobil pustaka keliling dan penyediaan fasilitas pustaka di tempat-tempat publik seperti di bandara, terminal kereta api, pusat perbelanjaan, serta tempat-tempat strategis lainnya yang banyak keramaian.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumut juga senantiasa aktif berupaya meningkatkan minat baca di tengah masyarakat. Upaya ini juga seiring dengan peningkatan minat baca di masyarakat Sumut yang menunjukkan tren positif dalam kurun waktu empat tahun terakhir, yakni sejak tahun 2014 hingga 2018. “Ada peningkatan minat baca, dimana indikator yang kita gunakan ialah meningkatnya jumlah pengunjung ke Perpustakaan Provinsi sejak tahun 2014 hingga 2018. Peningkatannya melebihi seratus persen,” ungkap Halen.

Menurut data pengunjung milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumut, pada tahun 2014 terdapat sekitar 62.000 lebih pengunjung yang datang ke Perpustakaan Provinsi. Sedangkan pada tahun 2018, jumlah pengunjung meningkat hingga 129.532 orang. Halen berharap peningkatan tersebut akan terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya.

Kepala Seksi Layanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumut, Juliani Tarigan mengatakan, Perpustakaan Provinsi Sumut telah melakukan kemajuan-kemajuan pada aspek digital khususnya dalam hal pelayanan. Melalui website Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang bisa diakses di alamat www.disperpusip.sumutprov.go.id, masyarakat bisa menikmati berbagai kemudahan tanpa harus datang langsung ke perpustakaan.

“Banyak buku-buku kita yang sudah bisa diakses melalui layanan website. Bahkan, mereka juga bisa membaca melalui aplikasi android milik kita. Syaratnya, tentu sudah harus mendaftar jadi anggota. Syarat mendaftar menjadi anggota juga tidaklah sulit. Bisa daftar sendiri secara daring atau datang langsung ke perpustakaan. Tidak sampai lima menit, isi data kemudian foto, kartu perpustakaan anda langsung dicetak. Langsung jadi,” jelasnya.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumut, Jojor Sitorus Pane menambahkan berbagai ragam usaha juga telah dilaksanakan untuk meningkatkan minat baca di Sumut. Katanya, ada lima program pokok yang telah terlaksana yakni mendekatkan bacaan, memasyarakatkan perpustakaan, menjalin kerjasama dan koordinasi, meningkatkan kualitas SDM, dan menambah koleksi bahan pustaka yang baik dan berkualitas

Lebih lanjut dijelaskannya, mendekatkan bacaan dilakukan dengan menghibahkan buku-buku di semua jenis perpustakaan. Sementara memasyarakatkan perpustakaan maksudnya ialah menjadikan perpustakaan senyaman dan seramah mungkin bagi masyarakat. Menjalin kerjasama dan koordinasi, artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumut aktif menjalin hubungan dan berkomunikasi dengan komunitas literasi di Sumut serta berkoordinasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di tingkat kabupaten/kota se-Sumut

Selanjutnya meningkatkan kualitas SDM dan menambah koleksi bahan pustaka, kata Jojor, sifatnya lebih internal dibanding program yang lainnya. Untuk peningkatan kualitas SDM perpustakaan, dilakukan lewat pelatihan-pelatihan,” terangnya.

Perihal penambahan koleksi bahan pustaka, dijelaskan langsung oleh Kepala Bidang Pengolahan Bahan Pustaka dan Deposit Daerah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumut, Wardijah. Perpustakaan Provinsi sebagai salah satu perpustakaan umum dengan segmentasi pembaca yang luas, maka koleksi buku yang disediakan juga harus bersifat umum dan mencakup seluruh kalangan masyarakat. Baik tingkat kanak-kanak hingga dewasa.

“Tapi tentu ada beberapa kategori yang penambahannya menjadi prioritas. Kenapa? Karena banyak diminati oleh masyarakat. Di perpustkaan ini, berdasarkan statistik peminjaman, kategori buku yang paling banya diminati itu adalah buku kajian agama islam, ilmu sosial, manajemen dan yang terkahir yakni teknologi,” ungkap Wardijah.

Lebih lanjut, dirinya pun menjelaskan bahwa ada tiga cara penambahan koleksi buku di Perpustakaan Provinsi. Pertama, melalui pengadaan setiap tahun berdasarkan anggaran APBD maupun APBN. Kedua, melalui hadiah dari masyarakat serta organisasi atau instansi. Dan yang terkahir, melalui program Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam yakni program yang mewajibkan penyerahan satu eksemplar per satu judul untuk setiap karya tentang Sumut yang diterbitkan di Sumut sendiri maupun di luar Sumut.

Tags
Lihat Lainnya

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close