Olahraga

Kirab Obor Asian Games Sukses Menarik Antusias Masyarakat Sumut

Tapanuli Utara – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara Baharudin Siagian mengatakan kirab obor yang diadakan sejak 31 Juli hingga 1 Agustus berakhir sukses. Menurutnya itu ditandai dengan antusias warga yang terus bersorak sorai dan memenuhi setiap tempat singgah obor Asian Games 2018.

Hal tersebut dikatakannya saat mengantar lentera api obor Asian Games dari Bandara Silangit Balige untuk terbang menuju Pekanbaru, Riau, Rabu (31/7).

“Acara ini tidak hanya sukses, tidak hanya apalus karena kita lihat dari bandara KNIA, kemudian di Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Siantar, Parapat sambutan masyarkatnya luar biasa,” kata Bahar.

Bahar mengungkapkan sambutan masyarakat apalagi di tobasa dihadiri sekitar 8000 orang. “Tadi masyarakat memadati Pantai Bul bul Balige,” katanya.

Selain itu Bahar mengharapkan obor Asian Games dapat menginspirasi anak-anak muda agar berprestasi. “Tentunya agar anak-anak muda juga tidak melakukan hal-hal yang tidak baik, selalu lakukan hal yang positif,” katanya.

Bahar juga berharap obor Asian Games bisa memberikan energi baru pada Sumatera Utara. “Khususnya di kegiatan olahraga kami berharap anak-anak kita yang menyambut kita tadi bisa bersemangat jadi atlit potensial dan membawa nama baik indonesia khususnya Sumatera Utara di kancah internasional,” katanya.

Dia juga mengapresiasi obor Asian Games yang melintasi Sumatera Utara. “Obor Asian Games melintasi 7 kabupaten kota dan berakhir di Tapanuli Utara,” imbuhnya.

Terkait kontingen Sumatera Utara yang berlaga mewakili Indonesia di Asian Games, Bahar mengharapkan dukungan masyarakat Sumatera Utara. “Tentu kita mengharapkan doa dan upaya kontingen anak-anak Sumatera Utara yang diwakili beberapa orang atlit bisa berprestasi dan berhasil meraih medali untuk indoneisa,” katanya.

Kirab obor Asian Games berakhir di Bandara Silangit, Tapanuli Utara. Di Silangit, lentera diterima oleh bupati Tapanuli Utara. Rombongan pembawa lentera disambut dengan tarian dan musik khas Batak, gondang dan tor tor. Tidak hanya itu, juga diadakan prosesi pemberian kain ulos kepada tim rombongan torch relay sebagai cinderamata.

Kemudian lentera dibawa ke Pekanbaru menggunakan pesawat hercules milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara.

Lihat Lainnya

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close